Peran Tritunggal Maha Kudus dalam Hidup Kita

sumber: amorpost.com

Hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Bertepatan dengan perayaan ini, bacaan Injil menceriterakan kepada kita bahwa Yesus mengutus para murid-Nya dengan berkata:

 … pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Sejak awal Yesus telah mengamanatkan para murid untuk membaptis setiap orang dari setiap suku bangsa yang ingin mengikuti Dia dalam nama Tritunggal Mahakudus: Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ini menandakan bahwa peran Tritunggal Mahakudus sangat penting dalam kehidupan beriman seorang Kristen.

Hal ini juga mengingatkan kita, mengapa orang Katolik selalu membuka dan menutup setiap doa dengan tanda salib dengan menyebut Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Ketika kita menyebut nama Bapa saat kita menyentuh dahi kita, maka kita mengakui peran Allah Bapa dalam hidup kita sebagai yang merencanakan, menciptakan dan menyelenggarakan segala sesuatu di dunia, termasuk diri kita. Di sini kita juga mengakui bahwa Bapa merencanakan Putra-Nya untuk datang ke dunia sebagai penyelamat umat manusia dan Allah Bapa pula yang menyelenggarakan segala karya dan hidup Yesus.

Dan ketika kita menyebut Putra saat kita menyentuh pusar kita, maka kita mengakui bahwa Yesus adalah penyelamat, perantara yang menghubungkan kita dengan Bapa-Nya di surga. Tali pusar adalah tali kehidupan yang menghubungkan ibu dan anak, tali penyalur makanan dari ibu kepada anak. Itulah peran Yesus sebagai yang memulihkan dan menghubungkan kemblai kita dengan Bapa-Nya di surga.

Dan ketika kita menyebut Roh Kudus saat kita menyentuh dada kiri dan kanan, maka kita mengakui peran Roh Kudus dalam hidup kita. Allah Bapa yang mengirim Roh Kudus-Nya agar tetap mendampingi, melindungi dan menjaga kita, sampai kedatangan Allah Putra kembali.

Kesatuan Bapa dan Putra dan Roh Kudus merupakan suatu kesatuan kasih ilahi yang kiranya menjadi mode kesatuan antar umat beriman di dunia kesatuan ketiga pribadi Tritunggal ini juga menjadi model kesatuan keluarga-keluarga Kristiani antara bapak-ibu dan anak-anak. Kesatuan kasih ilahi dari Bapa dan Putra dan Roh Kudus hendaknya diimani dan juga diwujudnyatakan dalam kehidupan keluarga-keluarga Katolik dalam hidup setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *