April 23, 2018

Seputar Katolik

Refleksi: Damai Sejahtera bagi Kamu Semua

 

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.”

Rasul Tomas berkata, “sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Kalau di zaman sekarang, mungkin kabar kedatangan Yesus terdengar seperti hoax bagi rasul Tomas. Sebab Thomas hanya diceritakan bahwa Yesus bangkit dan mengunjungi para rasul, tanpa adanya bukti apa pun. Reaksi ketidakpercayaan ini tentu wajar bagi seseorang yang dalam kondisi ketakutan, tiba-tiba mendapatkan kabar bahwa Yesus, sang Mesias datang berkunjung.

Yesus yang menjadi tumpuan harapan dan iman bagi banyak orang, telah mati di salib, lalu tiba-tiba Ia dikabarkan datang dan menyapa para rasul. Siapa yang tidak kaget dan takut? Itulah yang Tomas rasakan.

Kita juga sering kali tidak percaya dan berada ditengah rasa takut  yang luar biasa. Semuanya seolah-olah menjadi tidak mungkin karena kita sangat takut. Kita menjadi lupa bahwa kita memiliki Tuhan Yesus yang kuasanya lebih besar dari apa pun didunia ini.

Ketakutan yang kita alami boleh saja membuat kita tidak percaya, tapi kita harus tetap memiliki iman yang kuat pada kuasa Tuhan kita Yesus Kristus, yang dapat mengatasi segala hal di dunia ini. Karena yang berasal dari Allah dapat mengalahkan dunia. Dan kita percaya bahwa Yesus adalah Allah sendiri yang selalu hadir dan berjalan bersama di dalam hidup kita. Karena Yesus berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.”

 


Santo – Santa: Santo Paus Caius

sumber: katakombe.org

 

St. Caius adalah Paus ke-28. Ia memimpin gereja sejak 17 Desember 283 hingga 22 April 296. Saat itu adalah masa-masa yang berat bagi umat kristiani karena harus menghadapi penganiayaan dari penguasa Romawi, Kaisar Dokletianus.

Paus Caius melakukan segala cara, bahkan berkorban sekalipun, agar umat tetap berpegang pada iman. Salah satunya, ia rela delapan tahun dalam ruang bawah tanah yang disebut katakomba.

Katakomba merupakan tempat berupa makam-makam. Tempat ini kerap dipakai umat kristiani berkumpul secara sembunyi-sembunyi untuk berdoa dan menyambut sakramen.

Dengan kata lain, katakomba adalah tempat persembunyian umat Paus Caius saat itu dari para prajurit yang kejam. Umat Kristen tahu bahwa mereka akan dibunuh jika tertangkap. Oleh karena itu, St. Caius melewatkan masa kepausan-nya (masa pontifikat) selama 12 tahun. Caius kemudian wafat sebagai martir pada 296.

 


Santo – Santa: Santa Katarina dari Siena

sumber: katakombe.org

 

St. Katarina adalah pelindung Italia, tanah kelahirannya. Lahir tahun 1347, Katarina merupakan anak bungsu dari dua puluh lima bersaudara. Ayah dan ibu Katarina menghendaki agar ia menikah dan hidup bahagia. Namun, perempuan ini hanya ingin menjadi seorang biarawati. Untuk menyatakan tekadnya, ia memotong rambut panjang dan indahnya agacrinya terlihat tak menarik.

Orangtuanya kerap memarahi Katarina dan sering pula menghukumnya dengan memberinya pekerjaan rumah tangga yang amat berat. Namun Katarina pantang menyerah, hinga akhirnya orangtuanya berhenti menentangnya.

Suatu malam, sebagian besar penduduk Siena pergi jalan-jalan untuk suatu perayaan. Yesus menampakkan diri kepada Katarina yang sedang berdoa seorang diri di kamarnya. Bersama Yesus, datang juga Bunda Maria. Bunda Maria memegang tangan Katarina lalu memberikannya kepada Yesus. Lalu Yesus menyematkan sebentuk cincin di jari tangan Katarina. Sejak saat itu Katarina mulai menerima penglihatan tentang neraka, api pencucian, dan surga.

Pada masa itu, Gereja mengalami banyak masalah dan pertikaian terjadi di seluruh Italia. Katarina menulis surat-surat kepada para raja dan ratu. Ia bahkan datang menghadap para penguasa agar berdamai dengan paus dan mencegah peperangan. Katarina meminta paus untuk meninggalkan Avignon, Prancis dan kembali ke Roma untuk memimpin Gereja. Ia mengatakan bahwa itulah yang dikehendaki Allah. Bapa Suci lalu mendengarkan nasihat Katarina serta melakukan apa yang dikatakannya.

Katarina tidak pernah lupa bahwa Yesus ada dalam hatinya. Melalui dia, Yesus memelihara orang-orang sakit yang dirawatnya serta menghibur para tahanan yang dikunjunginya di penjara. St. Katarina wafat di Roma pada 1380. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius II pada 1461. Tahun 1970, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai Pujangga Gereja.